Rabu, 13 Juni 2012

MENGELUH


Sulit rasanya untuk tidak mengeluh... sekecil apapun peristiwa yang terjadi pasti ada saja desahan napas panjang tanda mengeluh. Aduh.. bagaimana lagi...

Sesungguhnya memang manusia sifatnya berkeluh kesah. Mengapa demikian? karena manusia diberi akal dan perasaan yang sempurna. Ketika ada hal yang menurut akalnya tidak sesuai atau tidak bisa ditolerir , selanjutnya adalah perasaan yang bicara. Perasaan inilah yang memberi andil adanya keluh kesah tersebut. Sehingga perasaan dan akalnya memerintahkan mulutnya untuk mengucapkan kata-kata keluhan panjang.
Padahal kalau dicermati, jika kita sering mengeluh itu pertanda bahwa jiwa terlalu rapuh, imannya lemah sehingga mudah putus asa. Keluhan atau putus asa itu membuat urat syaraf menegang, keluar keringat, kepala pusing, napas terasa sesak, badan lemas, hilang gairah hidup dan... hidup segan, mati tak mau!!
Waduh...kalau dipikir-pikir, satu dua kali keluhan saja seperti itu, apalagi kalau setiap hari kita mengeluh...apa jadinya? Jangan biarkan ruh kita meninggalkan raga ini terlalu cepat, ya....




Foto: Komenku pada status teman tentang "Mengeluh."

Sulit rasanya untuk tidak mengeluh... sekecil apapun peristiwa yang terjadi pasti ada saja desahan napas panjang tanda mengeluh. Aduh.. bagaimana lagi...

Sesungguhnya memang manusia sifatnya berkeluh kesah. Mengapa demikian? karena manusia diberi akal dan perasaan yang sempurna. Ketika ada hal yang menurut akalnya tidak sesuai atau tidak bisa ditolerir , selanjutnya adalah perasaan yang bicara. Perasaan inilah yang memberi andil adanya keluh kesah tersebut. Sehingga perasaan dan akalnya memerintahkan mulutnya untuk mengucapkan kata-kata keluhan panjang.
Padahal kalau dicermati, jika kita sering mengeluh itu pertanda bahwa jiwa terlalu rapuh, imannya lemah sehingga mudah putus asa. Keluhan atau putus asa itu membuat urat syaraf menegang, keluar keringat, kepala pusing, napas terasa sesak, badan lemas, hilang gairah hidup dan... hidup segan, mati tak mau!!
Waduh...kalau dipikir-pikir, satu dua kali keluhan saja seperti itu, apalagi kalau setiap hari kita mengeluh...apa jadinya? Jangan biarkan ruh kita meninggalkan raga ini terlalu cepat, ya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar