Anakku Laksana Bunga
Ditulis Oleh: Euis Ningrum
Laksana bunga di taman, indah mempesona. Siapapun ingin mendekati lalu memegang kemudian membawa
dan merawatnya tuk menemani disetiap langkah hidupnya.
Benarkah bagi orang tua, anak ibarat bunga yang harus dirawatdan diperlakukan sebaik-baiknya agar tak layu sebelum berkembang, agar bersinar ketika berkembang, dan selalu menjadi qurrotu 'ayyun sebagai penyejuk mata dan hati?.....
Mengutip Teori Dorothy Low Nolte, bahwa dari lingkungan hidupnya anak-anak belajar.
- Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan
- Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan
- Jika anak banyak dimusuhi, ia akan terbiasa menentang
- Jika anak dihantui ketakutan, ia akan terbiasa merasa cemas
- jika anak banyak dikasihani, ia akan terbiasa meratapi nasibnya
- Jika anak dikelilingi olok-olok, ia akan terbiasa menjadi pemalu
- Jika langkah anak dikitari rasa iri, ia akan terbiasa merasa bersalah
- Jika anak serba dimengerti, ia akan terbiasa menkadi penyabar
- Jika anak banyak diberi dorongan, ia akan terbiasa percaya diri
- Jika anak banyak dipuji, ia akan terbiasa menghargai
- Jika anak diterima lingkungan, ia terbiasa menyayangi
- Jika anak tak banyak disalahkan, ia akan senang menjadi dirinya sendiri
- Jika anak diperlakukan jujur, ia akan terbiasa melihat kebenaran
- Jika anak ditimang tanpa berat sebelah, ia akan terbiasa melihat keadilan
- Jika anak mengenyam rasa aman, ia akan terbiasa mengandalkan diri dan mempercayai orang sekitarnya
- Jika anak dikerumuni keramahan, ia akan terbiasa berpendirian
- Jika anak mendapat pengakuan kiri-kanan, ia akan terbiasa menetapkan arah
Sungguh indah hidup ini jika kita bisa menjaga anak-anak kita sebagai amanah dari Allah dengan sebaik-baiknya.
Laksana bunga di taman...anak adalah penyejuk mata dan hati kita ..........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar