Rabu, 03 Oktober 2012


Assalamu’alaikum wr.wb.


Setiap manusia memiliki keinginan atau mimpi dalam hidup. keinginan itu menyangkut kebutuhan jasmani dan rohani. Sudah pasti mimpi yang menyangkut jasmani lebih nyata terlihat. Diantaranya adalah keinginan selalu sehat wal afiat. Dengan kondisi tubuh yang sehat , kita bisa melakukan aktivitas apapun. Kesehatan akan terasa berharga mahal jika sudah terkena penyakit. Adalah dambaan semua orang untuk memiliki kesehatan yang prima meski umur sudah renta.
Keinginan jasmaniah lainnya adalah mendapatkan rezeki yang melimpah. Harta memang bukan satu-satunya rezeki yang kita dapatkan dari Allah SWT, namun bila menyangkut masalah jasmani yang nyata terlihat maka memiliki harta merupakan mimpi indah yang sangat diharapkan. Allah pun sudah menjamin akan memberi rezeki yang diharapkan setiap hamba-Nya.
“Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauhil Mahfuuzh).” (QS. Huud: 6)

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan mengganti dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya,” (QS Saba’ : 39)

Keinginan yang menyangkut rohani adalah keinginan agar hati terasa tenang, nyaman, dan selalu ikhlas. Diantara keinginan rohani itu yang berhubungan dengan lika-liku peristiwa dalam kehidupan manusia adalah keinginan untuk selalu dimudahkan oleh Allah SWT dalam segala urusan duniawi ini. Sesulit apapun masalah yang kita hadapi jika Allah berkehendak memudahkannya, maka masalah itu akan terasa mudah diselesaikan seperti membalikkan telapak tangan. SubhanAllah….

Semua keinginan atau mimpi kita akan tercapai apabila dilakukan dengan berikhtiar yaitu berusaha dan berdoa. Jika usaha sudah dilaksanakan dengan seksama maka jangan lengah untuk berdoa. Allah berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina,’” (QS Ghafir : 60)
Berikut ini beberapa doa yang bisa kita panjatkan kepada Allah untuk mendapatkan rezeki yang kita harapkan dan doa agar dimudahkan segala urusan.

I. Doa mendapatkan rezeki

- “Allaahumma rabbanaa anzil ‘alainaa maaidatan minas samaai takuunu lanaa ‘idan liawwalinaa wa aakhirinaa wa ayatan minka warzuqna wa anta khairur raaziqiina”

“Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang- orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah kami rezeki dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki. (Q.S. al-Maidah [7]: 114)”

- "Rabbighfirli wa habli mulkan la yambaghi li ahadim mim ba'di, innaka antal wahhab".

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”

- “Yaa khairal mas-uuliina wayaa khairal mu’thiinar zuqnii warzuq ‘iyaalii min fadhlika fainnaka dzul-fadhlil-‘adhiim”.

“ Wahai sebaik-baiknya Yang dipinta, wahai sebaik-baiknya Pemberi. Berilah aku dan keluargaku rezeki dari karunia-Mu, karena Engkaulah pemilik karunia yang agung”

II. Doa Mohon Dimudahkan dalam Segala Urusan

- ‘Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul 'uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’

“Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thoha: 25-28)

- “Rabbanaa aatinaa milladunka rahmataw-wahayyi’ lanaa min amrinaa rasyadaa.”

“ Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami” (QS. Al-Kahfi :10)

- “Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul huzna idzaa syi’ta sahlaa.”


“ Ya Allah, tiada kemudahan yang mudah selain Engkau mudahkan dan Engkau jadikan kesusahan itu mudah jika Engkau menghendakinya mudah.” ( HR. Ibnu Hibban)


Aamiin..aamiin Ya Robbal ‘aalamiin. Semoga Allah mengabulkan doa-doa kita….

Wassalam…( Euis Ningrum)






Foto: Assalamu’alaikum wr.wb.

Setiap manusia memiliki keinginan atau  mimpi dalam hidup. keinginan itu menyangkut kebutuhan jasmani dan rohani. Sudah pasti mimpi yang menyangkut jasmani  lebih nyata terlihat. Diantaranya adalah keinginan selalu sehat wal afiat. Dengan kondisi tubuh yang sehat , kita bisa melakukan aktivitas apapun. Kesehatan akan terasa ber harga  mahal jika sudah terkena penyakit. Adalah dambaan semua orang untuk memiliki kesehatan yang prima meski umur sudah renta.  
Keinginan jasmaniah lainnya adalah  mendapatkan  rezeki yang melimpah. Harta memang bukan satu-satunya rezeki yang kita dapatkan dari Allah SWT, namun bila menyangkut masalah jasmani yang nyata terlihat maka memiliki harta merupakan mimpi indah yang sangat diharapkan. Allah pun sudah menjamin akan memberi  rezeki  yang diharapkan setiap hamba-Nya.
 “Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauhil Mahfuuzh).” (QS. Huud: 6)

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan mengganti dan Dia-lah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya,” (QS Saba’ : 39)

Keinginan yang menyangkut rohani adalah keinginan agar hati terasa tenang, nyaman, dan selalu ikhlas. Diantara keinginan rohani itu yang berhubungan dengan lika-liku peristiwa dalam kehidupan manusia adalah keinginan  untuk  selalu dimudahkan oleh  Allah SWT dalam segala urusan duniawi ini.  Sesulit apapun masalah yang kita hadapi jika Allah berkehendak memudahkannya, maka masalah itu akan terasa mudah diselesaikan seperti membalikkan telapak tangan. SubhanAllah….

Semua keinginan atau mimpi kita akan tercapai apabila dilakukan dengan berikhtiar yaitu berusaha dan berdoa. Jika usaha sudah dilaksanakan dengan seksama maka jangan lengah untuk berdoa.  Allah berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina,’” (QS Ghafir : 60)
Berikut ini beberapa doa yang bisa kita panjatkan kepada Allah untuk mendapatkan rezeki yang kita harapkan dan doa agar dimudahkan segala urusan. 

I. Doa mendapatkan rezeki

- “Allaahumma rabbanaa anzil ‘alainaa maaidatan minas samaai takuunu lanaa ‘idan liawwalinaa wa aakhirinaa wa ayatan minka warzuqna wa anta khairur raaziqiina”

      “Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang  hari    turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang- orang yang   sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami,  dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah kami rezeki dan   Engkaulah sebaik-baik pemberi   rezeki. (Q.S. al-Maidah [7]: 114)”

- "Rabbighfirli wa habli mulkan la yambaghi li ahadim mim ba'di, innaka antal wahhab".

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” 

- “Yaa khairal mas-uuliina wayaa khairal mu’thiinar zuqnii warzuq ‘iyaalii min fadhlika fainnaka dzul-fadhlil-‘adhiim”.

“ Wahai sebaik-baiknya  Yang dipinta, wahai sebaik-baiknya Pemberi. Berilah aku dan keluargaku rezeki dari karunia-Mu, karena Engkaulah pemilik karunia yang agung”

II. Doa Mohon Dimudahkan dalam Segala Urusan

- ‘Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul 'uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’ 

“Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku” (QS. Thoha: 25-28)

- “Rabbanaa aatinaa milladunka rahmataw-wahayyi’ lanaa min amrinaa rasyadaa.”

“ Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami” (QS. Al-Kahfi :10)

- “Allaahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta  taj’alul huzna idzaa syi’ta sahlaa.”


“ Ya Allah, tiada kemudahan yang mudah selain Engkau mudahkan dan Engkau jadikan kesusahan itu mudah jika Engkau menghendakinya mudah.” ( HR. Ibnu Hibban)


Aamiin..aamiin Ya Robbal ‘aalamiin. Semoga Allah mengabulkan doa-doa kita….

Wassalam…( Euis Ningrum)








 

Senin, 17 September 2012


Anakku Sayang...

Oleh: Euis Ningrum

ANAK adalah karunia Allah terbesar yang diamanahkan kepada orang tua. Amanah Allah ini akan mendatangkan Keberkahan kepada orang tua yang ikhlas mengasuh atau merawat dan mendidik anak-anaknya.

Pengasuhan seorang anak memerlukan pengorbanan yang tidak mudah dijalani para orang tua. Dimulai dari awal kelahiran, masa kanak-kanak, masa remaja, bisa jadi sampai dewasa. Begitu pula mendidik anak. Tak dapat dipungkiri lagi, tanggung jawab pengasuhan dan pendidikan anak terletak di tangan kedua orang tua. Suami dan istri harus saling membantu dalam proses pengasuhan dan pendidikan anak. Dalam hal ini kedua orang tua harus mempunyai kata sepakat untuk tujuan pendidikan anak-anak mereka. Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (tidak mempersekutukan Allah) tetapi orang tuanyalah yang menjadikan dia seorang Yahudi atau nasrani atau Majusi.” (HR. Bukhari). Di dalam Qur’an Surah Ar-Rum ayat 30, Allah berfirman, “ (Tetaplah atas) fitrah Allah yang menciptakan manusia menurut fitrah itu. (Hukum-hukum) ciptaan Allah tidak dapat diubah. Itulah agama yang benar. Tapi sebagian besar manusia tidak mengetahui.”

Anak ibarat botol kosong yang dibiarkan terbuka dengan tidak menutupnya. Botol yang terbuka akan menampung segala jenis benda cair ke dalamnya. Begitu pula keadaan seorang anak. Pada periode pertama dalam kehidupan anak, kapasitas dan memori dalam otaknya masih sangat luas dan bagus untuk menerima rangsangan dari luar. Apapun yang disuguhkan dalam kehidupan sehari-harinya akan diterima dan ditiru. Oleh karenanya Pendidikan yang diberikan akan mempengaruhi karakter dan wawasan berpikir sang anak. Menjadi tugas orang tua untuk mengawasi dan mengisi wawasan anak dengan pengetahuan yang bermanfaat dan membentuk karakter baik dalam diri anak.

Setiap anak berhak mendapatkan segala hal yang baik dalam hidup mereka. Suatu hari Nabi Muhammad menjawab pertanyaan seseorang yang datang kepadanya. “Ya Rosulullah, apa hak anakku ini?” Nabi Muhammad menjawab, “Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatimu).” (HR. Aththusi). Dalam hadits lain Rosulullah bersabda, “ Cintailah anak-anakmu dan kasih sayangilah mereka. Bila menjanjikan sesuatu pada mereka tepatilah. Sesungguhnya yang mereka ketahui hanya kamulah yang memberi mereka rezeki.” (HR. Ath-Thahawi).

Mendidik adab yang baik pada anak harus dilaksanakan sejak dini . Dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua menjadi contoh yang dapat diteladani. Baik pada perilaku ucapan maupun kegiatan sehari-hari. kalimat-kalimat yang baik senantiasa terbiasa didengar oleh anak dan ditiru dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, ayah dan ibu selalu menggunakan 4 kata ajaib ( Four magics words) dalam komunikasi sehari-hari dengan anak. Keempat kata ajaib yang terdengar sederhana itu ialah; 'Maaf', 'Tolong', 'Permisi', dan 'Terima kasih'. Meski tampak sederhana tetapi dampaknya sangat luar biasa bagi kepribadian anak. Demikian juga dengan mencintai dan mengasihi anak dengan sepenuh hati akan membuat ikatan batin dengan anak semakin erat, sehingga orang tua akan lebih mudah mendidik anak-anaknya memiliki akhlak yang baik dan menjadi anak-anak yang shaleh/ shalehah. Rosulullah ditanya tentang peranan kedua orang tua. Beliau lalu menjawab, “Mereka adalah (yang menyebabkan) surgamu atau nerakamu.” (HR. Ibnu Majah).
Jelaslah, tanggung jawab orang tua untuk mengarahkan anak-anak mereka kelak menuju surga ataukah neraka. Dan orang tua mana yang tidak menginginkan anak-anak mereka kelak bersama-sama merasakan surga Allah SWT.

Marilah kita memohon kepada Allah agar anak-anak kita menjadi penyeuk mata...

“Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa”
[Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa]. (QS. Al Furqon: 74)
Aamiin....

Selasa, 14 Agustus 2012

SEMANGAT RAMADHAN

Oleh : Euis Ningrum

Sejatinya tak ada satu haripun di bulan suci Ramadhan ini yang terlewat sebagai hari ibadah. Mulai hari awal puasa sampai terakhir menjelang Idul Fitri nanti, semuanya sebagai ajang menempa pribadi Islami yang taat menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya....

Ramadhan adalah bulan penuh berkah sehingga kita bisa mendapatkan keberkahannya untuk menambah kualitas hidup baik lahiriah maupun batiniah.
Lalu bagaimana cara mendapatkan kualitas hidup keduanya?
Berawal dari niat dan semangat adalah salah satu cara mengejar kualitas hidup yang kita harapkan. Semangat hidup mutlak harus dimiliki selama masih ingin menapaki kaki di dunia global ini. Kehidupan global di era sekarang akan menggilas kehidupan kita dengan tidak memberi kesempatan kaki berpijak dalam kancah persaingan duniawi. Bisakah kita berjalan apalagi berlari mengikuti arus gelombang persaingan itu tanpa membekali diri dengan semangat hidup dan optimisme?
Ce n'est pas possible...It's impossible!
Pada taraf kehidupan yang sederhana saja kita harus memiliki semangat untuk menjalankannya. Sebagai contoh, seorang pelajar yang berharap mendapat nilai bagus, haruslah bersemangat dalam belajar. Begitupun seorang ayah. Ia pasti menyimpan semangat bekerja yang luar biasa hingga bisa membanting tulang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Semangat dalam segala hal ini bisa diterapkan dengan baik melalui prinsip MAN JADDA WA JADA, 'Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.'
kata-kata jitu ini bisa menjadikan gairah hidup kita meletup-letup untuk melakukan yang terbaik. Keyakinan akan keberhasilan bisa kita gapai dengan jalan bersungguh-sungguh melakukan segala sesuatu yang menjadi target tujuan kita.

Selayaknya selalu ada kata 'Semangat' dalam kamus hidup kita. Sikap semangat diperoleh dari sikap optimis yang memandang waktu yang akan datang bisa digapai dengan mudah dan tanpa hambatan. Meskipun sadar bahwa hari esok belum tertangkap mata dan cobaan atau masalah apa yang akan terjadi, sikap semangat hidup akan mengarahkan kita pada hal-hal kebaikan sehingga kemungkinan masalah yang akan datang bisa cepat diselesaikan dengan baik.
Dengan semangat hidup yang tinggi akan melahirkan sikap pantang menyerah. Sikap pantang menyerah merupakan salah satu syarat untuk meraih kesuksesan. Maka sudah selayaknya Allah Subhanahu wa ta'ala memberi ujian untuk mengetahui siapa yang tetap bersabar dan pantang menyerah untuk meraih apa yang dicita-citakan dalam hidupnya.
" Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan dengan bermacam-macam cobaan sehingga berkatalah Rosul dan orang-orang yang beriman: "Kapankah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat!" (Al-Baqarah: 214)

Jika dikaji dari ayat di atas, Allah mengingatkan kita bahwa kesuksesan tidak datang begitu saja tanpa ada ujiannya terlebih dahulu, Apakah kita akan menyerah atau tetap semangat untuk fight mengejar impian-impian kita?
Jangan lemahkan semangat juang untuk meraih kualitas hidup yang lebih baik. Sedikit saja semangat itu melamah, maka akan mengendurkan urat-urat syaraf dan otot-otot yang diperlukan untuk bergerak. Kerja otakpun melemah sehingga tak ada kemauan lagi melakukan semua aktifitas hidup. Sungguh sangat disayangkan! kembali ke level ZERO kehidupan!

Jadikan Ramadhan penuh berkah sebagai tonggak meraih kualitas hidup duniawi dan ukhrowi untuk meraih kesuksesan dengan semangat pantang menyerah dan selalu optimis...

Marilah berdoa agar selalu diberi sikap semangat...
" Ya Allah...Aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan dukacita. Aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemauan dan rasa malas. Aku berlindung kepada-Mu daripada sifat penakut. Aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia. Aamiin.."
      

Minggu, 29 Juli 2012

Foto: RAIHLAH REZEKI

Oleh : Euis Ningrum


Adakah di antara kita yang tidak ingin mendapatkan rezeki?     Tentu, tak seorangpun ingin melewati kesempatan untuk meraih rezeki. Sedikit saja rezeki yang terlihat pasti akan diusahakan untuk didapat. Usaha yang dilakukanpun dengan berbagai cara tergantung pada tempat, situasi, dan waktu yang ada.

Sebenarnya ada dua macam rezeki yang disediakan Allah SWT untuk manusia, yaitu rezeki material dan non-material. Rezeki yang pertama dapat tercerna oleh panca indera kita. Uang, mobil,dan perhiasan adalah benda-benda yang kasat mata  dan seringkali dijadikan ajang membanggakan diri dan menaikkan prestise di depan orang lain.
Sedangkan rezeki yang kedua, non-material adalah rezeki yang tak tampak dan seringkali keberadaannya tak kita sadari. Mungkin kita pernah menggunakan bus kota yang sesak dengan penumpang. Saat itu tak ada satupun bangku yang kosong, bahkan lorong bus saja penuh dengan penumpang yang berdiri dan bergelayutan pada tiang yang ada di dalam bus. Tak berapa lama kemudian seorang penumpang yang duduk dihadapan kita turun. Nah..bangku kosong itupun menjadi milik kita, Alhamdulillah. Hal itu adalah rezeki yang tak kita sadari. Masih banyak peristiwa  lain yang menjadi  contoh adanya rezeki non-material.

Rezeki disediakan Allah SWT seharian penuh. Sejak fajar  menyeruak alam hingga sinar rembulan menyelimuti  malam. Raihlah rezeki itu dengan diawali ucapan basmalah dan niat yang ikhlas. Seorang ayah 
yang hendak bekerja akan merasa ringan langkahnya jika mengawali niatnya dengan tulus ikhlas. Pelajar yang hendak pergi ke sekolah atau ke kampus juga akan merasa enjoy dengan langkahnya jika diawali dengan ucapan basmalah dan ikhlas mencari ilmu. Inti dari aktivitas itu adalah  untuk meraih rezeki material maupun non-material. 

Firman Allah dalam Hadits Qudsi, " Wahai hambaku, sempurnakanlah beribadah kepada-Ku, nanti hatimu Kupenuhi kekayaan dan tanganmu Kuisi rezeki. Jangan kamu jauh dari-Ku nanti hatimu sarat dengan kemiskinan dan tanganmu rapat dengan kesibukan-kesibukan"

Sesibuk apapun usaha kita untuk meraih rezeki tetaplah jangan lupakan kewajiban sebagai hamba Allah karena hakekatnya Allah yang menentukan kepada siapa rezeki yang banyak itu akan dilimpahkan. Allah mengutamakan hamba yang taat untuk memenuhi kebutuhan rezekinya. Sifat Kasih  Allah tercurah kepada semua hamba-Nya.  Tetapi Sifat Sayang-Nya tertuju hanya kepada hamba-Nya yang taat.

 "Wahai anak Adam, Akulah Maha pemberi rezeki dan kalian yang kuberi rezeki. Kamu tahu bahwa Aku selalu memenuhi rezekimu. Maka jangan tinggalkan taat kepada-Ku hanya karena soal rezeki yang kuberikan, sehingga wajib siksa-Ku atas kalian" (Hadits Qudsi).

Kehidupan bak roda yang terus berputar. Selama itu pula diperlukan usaha kita untuk memenuhi kebutuhan dengan mencari rezeki meski keadaan roda itu sedang berada di atas maupun di bawah. Berdoa adalah jalan lain yang dianjurkan agar kita senantiasa dimudahkan dalam meraih rezeki.

"Ya Allah..mudahkan jalan kami untuk mendapatkan rezeki yang Engkau tebarkan di muka bumi ini. Turunkanlah rezeki yang ada di langit, keluarkanlah rezeki yang ada di bumi, dekatkanlah rezeki itu apabila jauh, perbanyaklah rezeki itu apabila sedikit, bersihkanlah rezeki itu apabila haram. Ya Allah kabulkanlah permohonan kami, aamiin."

Jumat, 13 Juli 2012

Duh... Siapakah Pasanganku?

Oleh : Euis Ningrum


Dalam waktu dua minggu ini sudah ada lima lembar surat undangan yang saya terima. Salah satu Surat undangan itu berwarna ungu muda bermotif bunga mawar merah , cantik sekali. Begitu membaca isi undangannya, saya langsung mengucap kata hamdalah berulang-ulang. SubhanAllah..betapa bahagia saya menerima surat undangan yang satu ini. Di situ tertera nama mempelai wanita yang ternyata teman lama saya (adik kelas) semasa SMA dulu. Alhamdulillah… di usia ‘Kejar Tayang’ itu, dia masih diberi kesempatan untuk melaksanakan sunah Nabi yaitu menikah.
Dulu, betapa kecewa teman saya yang satu ini karena Allah belum memberi jodoh untuknya. Kekecewaannya sangat luar biasa. Betapa tidak, dia sudah mencari dan mendekati seseorang, lalu berdoa tak henti-henti selesai sholat. Tetapi Allah belum memberinya tambatan hati sampai usia ‘sangat dewasa’. Baginya saat itu, Allah tak lagi menyayanginya. MasyaAllah...

Hidup dan mati kita hanyalah di tangan Allah. Begitupun rezeki dan jodoh. Ketentuan Allah akan hidup menjadi seorang perempuan atau laki-laki dan sebab serta tempat kematian manusia adalah hak prerogative Allah. Sedangkan Rezeki dan jodoh masih bisa diusahakan dengan cara ikhtiar yang sungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Allah menunjukkan rasa Kasih-Nya kepada semua umat manusia dengan memberi kan apapun permintaan manusia. Dan Allah menunjukkan rasa sayangnya kepada manusia yang Dia pilih dengan memberikan atau menangguhkan permintaan yang dipanjatkan. Allah Maha Tahu apapun yang akan terjadi pada semua makhlukNya.

Sahabat yang masih sendiri ( Jombloers), Setiap orang pasti ada pasangannya (jodohnya) masing-masing, yaitu yang sesuai dengan tingkatannya (kufu’nya). Sesuai dengan tingkatan yang dimaksud adalah setara jumlah kebaikannya, jumlah kekurangannya, dan setara ilmunya (kealimannya). 

Jombloers…Jangan panik dan kecewa jika belum mendapatkan tambatan hati yang bisa diajak berlayar mengarungi samudera kehidupan rumah tangga. Tetaplah tunjukkan diri dengan penampilan yang ceria dan selalu tersenyum kepada orang lain yang kita jumpai. Wajah yang selalu dihiasi dengan senyuman akan mengeluarkan aura cerah nan indah serta sedap dipandang mata. Bersikaplah terbuka, bisa menerima kekurangan diri sendiri dan orang lain. Jangan abaikan juga tentang akhlakul karimah. sikap sopan dan lemah lembut dalam bertutur kata harus dijaga karena kelemahlembutan akan menumbuhkan rasa simpati dan cinta orang lain. Rosulullah bersabda, “ Tidaklah kelemahlembutan itu ada pada sesuatu, kecuali ia akan menghiasinya. Dan tidaklah kelemahlembutan itu dicabut kecuali akan menjadi cela.”

Urusan penampilan fisik dan akhlak bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan jodoh. Yang terpenting adalah ‘berkomunikasi’ langsung dengan Allah SWT. Dirikanlah sholat malam (bertahajud). Dengan bertahajud akan menciptakan kebahagiaan dan kedamaian dalam hati sehingga meskipun ‘masih jauh kura-kura berjalan’ , perasaan kita akan tenang, tetap optimis akan mendapatkan jodoh, dan selalu berbaik sangka dengan ketetapan Allah SWT. Biar lambat jodoh asalkan mendapat pasangan yang tepat dan diridhoi Allah.
“Berdoalah kepadaKu, niscaya Aku akan
mengabulkan doa kalian”, Firman Allah. Mari kita berdoa agar diberi kemudahan mendapatkan pasangan dan menjadi pasangan yang terbaik…..

“Ya Allah….Mudahkanlah kami mendapatkan pasangan dan berikanlah kami pasangan yang terbaik dari sisiMu. Pasangan yang juga menjadi sahabat kami dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat, aamiin.”
 
 
Foto: Duh... Siapakah Pasanganku?

Oleh : Euis Ningrum


Dalam waktu dua minggu ini sudah ada lima lembar surat undangan yang saya terima. Salah satu Surat undangan itu berwarna ungu muda bermotif bunga  mawar merah , cantik sekali. Begitu membaca  isi undangannya,  saya langsung mengucap kata hamdalah berulang-ulang. SubhanAllah..betapa  bahagia saya menerima surat undangan yang satu ini. Di situ tertera  nama  mempelai  wanita yang ternyata  teman  lama  saya (adik kelas)  semasa  SMA  dulu. Alhamdulillah… di usia  ‘Kejar Tayang’  itu, dia masih diberi  kesempatan untuk melaksanakan sunah Nabi  yaitu menikah. 
Dulu, betapa kecewa teman saya yang satu ini karena Allah belum memberi  jodoh untuknya. Kekecewaannya sangat luar biasa.  Betapa tidak, dia sudah mencari dan mendekati seseorang, lalu berdoa tak henti-henti  selesai sholat.  Tetapi Allah belum  memberinya  tambatan hati sampai usia ‘sangat dewasa’.  Baginya saat itu, Allah tak lagi menyayanginya. MasyaAllah...

 Hidup dan mati kita hanyalah di tangan Allah. Begitupun rezeki dan jodoh. Ketentuan Allah akan hidup menjadi seorang perempuan atau laki-laki  dan sebab  serta tempat kematian  manusia adalah hak prerogative Allah. Sedangkan Rezeki dan jodoh masih bisa diusahakan dengan cara ikhtiar yang sungguh-sungguh untuk mendapatkannya.  Allah Maha Pengasih dan Penyayang.  Allah menunjukkan   rasa Kasih-Nya kepada semua umat manusia dengan memberi kan apapun permintaan manusia. Dan Allah menunjukkan rasa sayangnya kepada manusia yang  Dia pilih dengan memberikan atau menangguhkan permintaan yang dipanjatkan. Allah Maha Tahu apapun yang akan terjadi pada semua makhlukNya. 

Sahabat yang  masih sendiri  ( Jombloers),   Setiap orang pasti ada pasangannya (jodohnya) masing-masing, yaitu yang sesuai dengan tingkatannya (kufu’nya). Sesuai dengan tingkatan yang  dimaksud adalah setara jumlah kebaikannya, jumlah kekurangannya, dan setara ilmunya (kealimannya).  
Jombloers…Jangan  panik dan kecewa jika belum mendapatkan tambatan hati yang bisa diajak berlayar mengarungi samudera kehidupan rumah tangga.  Tetaplah  tunjukkan diri dengan penampilan yang ceria dan selalu tersenyum kepada orang lain yang kita jumpai. Wajah yang selalu dihiasi dengan senyuman akan mengeluarkan aura cerah nan indah serta sedap dipandang mata. Bersikaplah terbuka, bisa menerima kekurangan diri sendiri dan orang lain. Jangan abaikan juga  tentang akhlakul karimah. sikap sopan  dan lemah lembut  dalam bertutur kata harus dijaga karena kelemahlembutan akan menumbuhkan rasa simpati dan cinta orang lain.  Rosulullah bersabda, “ Tidaklah kelemahlembutan itu ada pada sesuatu, kecuali ia akan menghiasinya. Dan tidaklah kelemahlembutan itu dicabut kecuali akan menjadi cela.”

Urusan penampilan fisik  dan akhlak bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan jodoh. Yang terpenting adalah ‘berkomunikasi’  langsung dengan Allah SWT.  Dirikanlah sholat malam (bertahajud). Dengan bertahajud akan menciptakan kebahagiaan  dan kedamaian dalam hati sehingga meskipun ‘masih jauh kura-kura berjalan’ , perasaan kita akan tenang, tetap optimis akan mendapatkan jodoh, dan selalu berbaik sangka dengan ketetapan Allah SWT.  Biar lambat jodoh asalkan mendapat  pasangan yang tepat  dan diridhoi Allah. 
 “Berdoalah kepadaKu, niscaya Aku akan 
mengabulkan doa kalian”, Firman Allah. Mari kita berdoa agar diberi  kemudahan mendapatkan pasangan dan menjadi pasangan yang terbaik…..

“Ya Allah….Mudahkanlah kami mendapatkan pasangan dan berikanlah kami pasangan yang terbaik dari sisiMu. Pasangan yang juga menjadi sahabat  kami dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat, aamiin.”

Rabu, 04 Juli 2012

" Tiada Tuhan Selain Allah "

Oleh : Euis Ningrum



Setiap muslim pasti mengenal kalimat Tahlil, yaitu " Laa Ilaaha Illallah." Bahkan ketika bayi baru menghirup udara dunia ini setelah berbulan-bulan berada di alam rahim ibunya, pengenalan akan ke-Esaan Allah sudah dikumandangkan dengan kalimat-kalimat yang ada pada panggilan adzan. Begitu pula ketika Nabi Muhammad SAW dan para sahabat bertahun-tahun berperang, mengusung pedang, bertaruh jiwa dan raga dengan tujuan utama yaitu mengantarkan para kafir Quraisy menerima Islam dengan mengucapkan kalimat "Laa Ilaaha Illallah..Muhammadarrosulullah".

Kalimat Laa Ilaaha Illallah adalah ucapan Dzikir yang utama dan paling banyak pahalanya. Pengakuan akan ke-Esaan Allah haruslah terpatri dalam hati karena termasuk rukun iman yang pertama. Beriman kepada Allah SWT berarti kita percaya adanya Allah sebagai pencipta dan hanya ada satu pencipta alam semesta beserta isinya. Selanjutnya, sebagai makhluk ciptaan Allah, sejatinya tak ada lagi keraguan akan janji-janji dan peringatan-peringatan Allah yang tertuang dalam Al-Qur'an dan Hadits Rosulullah. Pahami dan laksanakan semua perintahNya dan jauhi larangan-laranganNya.

Rosulullah SAW bersabda, " Sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan demilkian pula yang diucapkan para Nabi sebelumku adalah kalimat Laa Ilaaha Illallah" ( HR. Tarmidzi) selanjutnya pada Hadits riwayat Muslim, Nabi Bersabda, " Bahwasanya Allah Ta'ala mengharamkan api neraka menjilat orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah yang ditujukan hanya kepada Allah semata-mata."

SubhanAllah....Allah juga menjanjikan bahwa jika seseorang mengucapkan kalimat ini pada saat sakaratul maut maka ia akan masuk surga karena kalimat tahlil ini adalah harga surga. Seseorang yang sedang berjuang menahan sakitnya kematian akan merasakan siraman air yang sejuk saat ia mengucapkan Laa Ilaaha Illallah. Terhapus pula dosa sehingga ia akan menitikkan air matanya tanda syukur akan ampunan dari Alllah. Bahkan kalimat ini menjadi pengaman kesengsaraan kubur dan kedahsyatan hari dikumpulkannya seluruh mahluk. Ia menjadi kunci dibukanya delapan pintu surga, hingga bisa masuk lewat pintu manapun yang disukai dan dapat mengeluarkan seseorang dari siksa neraka sekecil apapun amalnya.

Bagi kita yang masih hidup, Kalimat Tahlil ini dapat Ia dapat menghapus dosa dan kesalahan dan mampu memperbaharui iman dan qalbu. Ia dapat menjaga dari gangguan syetan.

Allahu Akbar...Laa Ilaaha Illlallah....

" Ya Allah...beri kami kesempatan untuk dapat mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah saat sakaratul maut menjemput. Masukkan kami ke dalam golongan hamba-hambamu yang meraih Husnul Khotimah, aamiin..."
 
 
 
Foto: " Tiada Tuhan Selain Allah "

Oleh : Euis Ningrum

Sahabat...
Setiap muslim pasti mengenal kalimat Tahlil, yaitu 
" Laa Ilaaha Illallah."    Bahkan ketika bayi baru menghirup udara dunia ini setelah berbulan-bulan berada di alam rahim ibunya, pengenalan akan ke-Esaan Allah sudah dikumandangkan dengan kalimat-kalimat yang ada pada panggilan adzan. Begitu pula ketika  Nabi Muhammad SAW  dan para sahabat bertahun-tahun berperang, mengusung pedang, bertaruh jiwa dan raga dengan tujuan utama yaitu  mengantarkan para kafir Quraisy menerima Islam dengan mengucapkan kalimat "Laa Ilaaha Illallah..Muhammadarrosulullah". 

Kalimat Laa Ilaaha Illallah adalah ucapan Dzikir yang utama dan paling banyak pahalanya. Pengakuan akan ke-Esaan Allah haruslah terpatri dalam hati karena termasuk rukun iman yang pertama. Beriman kepada Allah SWT berarti kita percaya adanya Allah sebagai pencipta dan hanya ada satu pencipta alam semesta beserta isinya. Selanjutnya, sebagai makhluk ciptaan Allah, sejatinya tak ada lagi keraguan akan janji-janji dan peringatan-peringatan Allah yang tertuang dalam Al-Qur'an dan Hadits Rosulullah. Pahami dan laksanakan semua perintahNya  dan jauhi larangan-laranganNya.

Rosulullah SAW bersabda, " Sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan demilkian pula yang diucapkan para Nabi sebelumku adalah kalimat Laa Ilaaha Illallah"  ( HR. Tarmidzi)    selanjutnya pada Hadits riwayat Muslim, Nabi Bersabda, " Bahwasanya Allah Ta'ala mengharamkan api neraka menjilat orang yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah yang ditujukan hanya kepada Allah semata-mata."

SubhanAllah....Allah juga menjanjikan bahwa jika seseorang mengucapkan kalimat ini pada saat sakaratul maut maka ia akan masuk surga karena kalimat tahlil ini adalah harga surga. Seseorang yang  sedang berjuang menahan sakitnya kematian akan merasakan siraman air yang sejuk saat ia mengucapkan Laa Ilaaha Illallah. Terhapus pula dosa sehingga ia akan menitikkan air matanya tanda syukur akan ampunan dari Alllah. Bahkan kalimat ini  menjadi pengaman kesengsaraan kubur dan kedahsyatan hari dikumpulkannya seluruh mahluk. Ia menjadi kunci dibukanya delapan pintu surga, hingga bisa masuk lewat pintu manapun yang disukai dan  dapat mengeluarkan seseorang dari siksa neraka sekecil apapun amalnya.

Bagi kita yang masih hidup, Kalimat Tahlil ini dapat Ia dapat menghapus dosa dan kesalahan dan  mampu memperbaharui iman dan qalbu. Ia dapat menjaga dari gangguan syetan.

Allahu Akbar...Laa Ilaaha Illlallah....

" Ya Allah...beri kami kesempatan untuk dapat mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah saat sakaratul maut menjemput. Masukkan kami ke dalam golongan hamba-hambamu yang meraih Husnul Khotimah, aamiin..."

Senin, 25 Juni 2012

Kesulitan dan Kemudahan Hidup 


Oleh: Euis Ningrum

Manusia selama hidup pasti mempunyai tujuan atau impian, baik jangka pendek maupun jangka panjang. sudah tentu ia akan  berusaha mengejar impiannya. Orang yang hanya berangan-angan tetapi tidak berusaha untuk menggapai tujuan atau impiannya itu seperti menunggu jatuhnya buah durian di tengah lapangan sepakbola. Penantian yang sia-sia.

Ketika usaha yang dilakukannya sudah maksimal dan hasil yang didapat belumlah sesuai dengan keinginannya, biasanya kekecewaan dan putus asa akan mendera. Padahal semua peluh telah terkuras, tenaga dan pikirannya sudah diputar sedemikian rupa sehingga tak ada lagi sisa tenaga dan pikiran yang ada. Pasrahkah?.... orang yang optimis dan gigih akan meneruskan usahanya sampai didapat apa yang menjadi tujuannya. Dia juga selalu bersyukur atas apa yang diperolehnya karena yakin bahwa Allah akan menambah nikmat yang didapat apabila ia bersyukur. Sebaliknya Allah akan mengurangi bahkan mengambil nikmat itu apabila tidak ada rasa syukur sedikitpun.

Terkadang ada saja penghalang untuk menggapai keinginan. Halangan itu lebih sering kita sebut 'Kesulitan'. Ringan dan berat penghalang itu tergantung cara kita menyikapinya. Bisa jadi kesulitan yang sebenarnya berat bisa kita hadapi dengan santai sehingga terasa ringan. Atau sebaliknya, penghalang yang sebenarnya ringan-ringan saja, akan terasa sangat berat jika kita tak siap dan tak tahu cara menghalaunya. Akhirnya, jadilah kesulitan itu serasa membawa karung beras sepuluh ton.

Bagaimana cara kita menjadikan kesulitan hidup itu menjadi mudah?
Awal yang baik adalah dari pikiran kita yang harus dibentuk untuk memiliki mindset tentang optimistis. Memandang bahwa segala kesulitan pasti ada akhirnya dan akan datang kemudahan. Kemudian sikap tegar untuk siap menghadapi segala masalah hidup sehingga melangkah akan lebih mudah. Dan pada akhirnya berdoalah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar selalu diberi kemudahan dalam menghadapi segala urusan.

" Ya.. Allah, tiada yang mudah selain Engkau mudahkan. Dan Engkau jadikan kesulitan itu mudah jika Engkau menghendakinya mudah. Ya Allah.. mudahkan semua urusan kami dan jangan Kau persulit ya Allah..Aamiin.."