Duh... Siapakah Pasanganku?
Oleh : Euis Ningrum
Dalam waktu dua minggu ini sudah ada lima lembar surat undangan yang saya terima. Salah satu Surat undangan itu berwarna ungu muda bermotif bunga mawar merah , cantik sekali. Begitu membaca isi undangannya, saya langsung mengucap kata hamdalah berulang-ulang. SubhanAllah..betapa bahagia saya menerima surat undangan yang satu ini. Di situ tertera nama mempelai wanita yang ternyata teman lama saya (adik kelas) semasa SMA dulu. Alhamdulillah… di usia ‘Kejar Tayang’ itu, dia masih diberi kesempatan untuk melaksanakan sunah Nabi yaitu menikah.
Dulu, betapa kecewa teman saya yang satu ini karena Allah belum memberi jodoh untuknya. Kekecewaannya sangat luar biasa. Betapa tidak, dia sudah mencari dan mendekati seseorang, lalu berdoa tak henti-henti selesai sholat. Tetapi Allah belum memberinya tambatan hati sampai usia ‘sangat dewasa’. Baginya saat itu, Allah tak lagi menyayanginya. MasyaAllah...
Hidup dan mati kita hanyalah di tangan Allah. Begitupun rezeki dan jodoh. Ketentuan Allah akan hidup menjadi seorang perempuan atau laki-laki dan sebab serta tempat kematian manusia adalah hak prerogative Allah. Sedangkan Rezeki dan jodoh masih bisa diusahakan dengan cara ikhtiar yang sungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Allah menunjukkan rasa Kasih-Nya kepada semua umat manusia dengan memberi kan apapun permintaan manusia. Dan Allah menunjukkan rasa sayangnya kepada manusia yang Dia pilih dengan memberikan atau menangguhkan permintaan yang dipanjatkan. Allah Maha Tahu apapun yang akan terjadi pada semua makhlukNya.
Sahabat yang masih sendiri ( Jombloers), Setiap orang pasti ada pasangannya (jodohnya) masing-masing, yaitu yang sesuai dengan tingkatannya (kufu’nya). Sesuai dengan tingkatan yang dimaksud adalah setara jumlah kebaikannya, jumlah kekurangannya, dan setara ilmunya (kealimannya).
Oleh : Euis Ningrum
Dalam waktu dua minggu ini sudah ada lima lembar surat undangan yang saya terima. Salah satu Surat undangan itu berwarna ungu muda bermotif bunga mawar merah , cantik sekali. Begitu membaca isi undangannya, saya langsung mengucap kata hamdalah berulang-ulang. SubhanAllah..betapa bahagia saya menerima surat undangan yang satu ini. Di situ tertera nama mempelai wanita yang ternyata teman lama saya (adik kelas) semasa SMA dulu. Alhamdulillah… di usia ‘Kejar Tayang’ itu, dia masih diberi kesempatan untuk melaksanakan sunah Nabi yaitu menikah.
Dulu, betapa kecewa teman saya yang satu ini karena Allah belum memberi jodoh untuknya. Kekecewaannya sangat luar biasa. Betapa tidak, dia sudah mencari dan mendekati seseorang, lalu berdoa tak henti-henti selesai sholat. Tetapi Allah belum memberinya tambatan hati sampai usia ‘sangat dewasa’. Baginya saat itu, Allah tak lagi menyayanginya. MasyaAllah...
Hidup dan mati kita hanyalah di tangan Allah. Begitupun rezeki dan jodoh. Ketentuan Allah akan hidup menjadi seorang perempuan atau laki-laki dan sebab serta tempat kematian manusia adalah hak prerogative Allah. Sedangkan Rezeki dan jodoh masih bisa diusahakan dengan cara ikhtiar yang sungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Allah menunjukkan rasa Kasih-Nya kepada semua umat manusia dengan memberi kan apapun permintaan manusia. Dan Allah menunjukkan rasa sayangnya kepada manusia yang Dia pilih dengan memberikan atau menangguhkan permintaan yang dipanjatkan. Allah Maha Tahu apapun yang akan terjadi pada semua makhlukNya.
Sahabat yang masih sendiri ( Jombloers), Setiap orang pasti ada pasangannya (jodohnya) masing-masing, yaitu yang sesuai dengan tingkatannya (kufu’nya). Sesuai dengan tingkatan yang dimaksud adalah setara jumlah kebaikannya, jumlah kekurangannya, dan setara ilmunya (kealimannya).
Jombloers…Jangan panik dan kecewa jika belum mendapatkan tambatan hati yang bisa diajak berlayar mengarungi samudera kehidupan rumah tangga. Tetaplah tunjukkan diri dengan penampilan yang ceria dan selalu tersenyum kepada orang lain yang kita jumpai. Wajah yang selalu dihiasi dengan senyuman akan mengeluarkan aura cerah nan indah serta sedap dipandang mata. Bersikaplah terbuka, bisa menerima kekurangan diri sendiri dan orang lain. Jangan abaikan juga tentang akhlakul karimah. sikap sopan dan lemah lembut dalam bertutur kata harus dijaga karena kelemahlembutan akan menumbuhkan rasa simpati dan cinta orang lain. Rosulullah bersabda, “ Tidaklah kelemahlembutan itu ada pada sesuatu, kecuali ia akan menghiasinya. Dan tidaklah kelemahlembutan itu dicabut kecuali akan menjadi cela.”
Urusan penampilan fisik dan akhlak bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan jodoh. Yang terpenting adalah ‘berkomunikasi’ langsung dengan Allah SWT. Dirikanlah sholat malam (bertahajud). Dengan bertahajud akan menciptakan kebahagiaan dan kedamaian dalam hati sehingga meskipun ‘masih jauh kura-kura berjalan’ , perasaan kita akan tenang, tetap optimis akan mendapatkan jodoh, dan selalu berbaik sangka dengan ketetapan Allah SWT. Biar lambat jodoh asalkan mendapat pasangan yang tepat dan diridhoi Allah.
“Berdoalah kepadaKu, niscaya Aku akan
mengabulkan doa kalian”, Firman Allah. Mari kita berdoa agar diberi kemudahan mendapatkan pasangan dan menjadi pasangan yang terbaik…..
“Ya Allah….Mudahkanlah kami mendapatkan pasangan dan berikanlah kami pasangan yang terbaik dari sisiMu. Pasangan yang juga menjadi sahabat kami dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat, aamiin.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar