Hati nan Gersang
Hatiku gersang, jiwaku tandus
Aku bagai pohon kaktus di tengah tanah
kering kerontang
Dahaga, panas bertahun tegar bagai karang
Namun saat selintas tetes air menghampiri, hatiku goyah tak
setegar dulu.
Berdiri ku terus menanti
Tetes air lewati tanah ini
Menyentuhku di beranda sunyi
Haus aus, gersang hilang
Aku kaktus di tanah kerontang
Goyah terhembus angan membius
Andai hujan menyiram sepanjang malam
Tentu jiwa tak selalu muram
Tidak ada komentar:
Posting Komentar