Kamis, 15 Desember 2011

kumpulan cerita anak

                                                                      SEPASANG SEPATU

                                                      ( diterjemahkan dari  "Le Paire de Chaussures" )

           Dahulu kala. ada sepasang sepatu yang selalu bersama. Sepatu yang kanan adalah seorang pria, bernama Nicolas dan sepatu kiri adalah seorang wanita, bernama Tina. Mereka tinggal di sebuah kotak karton dimana mereka terbungkus dengan kertas sutra. Mereka benar-benar bahagia tinggal di tempat itu dan berharap hal ini akan berlangsung selamanya.
          Tetapi pada suatu pagi yang cerah, seorang penjual mengeluarkan mereka dari kotak itu untuk dicoba oleh seorang ibu.Ibu itu memakai mereka, berjalan beberapa langkah kemudian melihat bahwa sepatu itu cocok untuknya. Dia berkata, "Saya beli sepatu ini."
"Mau dibungkus,Bu?"
"Tidak usah. Saya pakai saja untuk pulang." ucap ibu itu.
Dia membayar dan keluar dengan sepatu barunya.
          Demikianlah, Nicolas daan Tina berjalan sepanjang hari tanpa melihat satu sama lain. Hanya pada malam hari mereka bertemu dalam laci yang gelap.
"Apakah itu kamu, Tina?" tanmya Nicolas.
"Ya, ini aku, Nicolas!"
"Ah, syukurlah, saya kira kamu hilang"
"Saya kira juga, tetapi kamu dimana?"
"Saya, saya ada di kaki sebelah kanan," ujar Nicolas.
"Saya ada di kaki sebelah kiri"
"Saya mengerti sesmuanya sekarang, ujar Nicolas. Setiap kali kamu ada di depan, saya ada di belakang dan ketika kamu di belakang, saya ada di depan. Karena itulah kita tidak dapat saling melihat."
"Apakah keadaan ini akan berlangsung setiap hari?" tanya Tina
"Saya takutkan itu!"
"Sangat mengerikan! Tetap setiap hari tanpa melihatmu, sayangku Nicolas. saya tidak akan dapat terbiasa dengan hal itu!"
"Dengar, ucap Nicolas, saya punya akal, karena saya selalu ada di sebelah kanan dan kamu di sebelah kiri, maka setiap kali saya akan maju, bersamaan dengan itu saya akan bergeser sedikit ke sebelahmu, dengan begitu kita akan saling menyapa, setuju?"
"Setuju.."
             Demikanlah Nicolas, sehingga hari berikutnya, ibu yang memakai sepatu itu tidak dapat berjalan lebih dari tiga langkah tanpa kaki kanannya menyentuh hak sepatu kirinya, dan flaf! setiap kali hal itu terjadi, dia terjatuh!
Karena sangat khawatir, dia pergi ke dokter untuk berkonsultasi.
"Dokter, saya tidak tahu apa yang terjadi, kaki saya keseleo!"
"Setiap kali  saya melangkah, seringkali kaki kanan saya menyentuh hak sepatu kiri saya dan itu membuat saya terjatuh"
"Sangat berbahaya, ujar dokter. Kalau hal itu terus berlanjut, kaki kanan Anda harus dipotong. Ini resepnya. 10 ribu francs untuk obat, untuk konsultasi 2 ribu francs dan kembali lagi besok"
           Pada malam harinya, di dalam laci, Tina bertanya pada Nicolas.
"Kamu dengar apa yang dikatakan dokter?"
"Ya, saya mendengarnya"
"Mengerikan! jika orang memotong kaki kanan ibu itu, dia akan membuangmu, dan kita akan terpisah selamanya! Kita harus melakukan sesuatu!"
"Ya, tapi apa?"
"Dengar, saya punya kal. karena saya ada di sebelah kiri, besok saya yang bergeser sedikit ke kanan setiap kali saya akan maju, setuju?"
"Setuju!"
         Dua hari kemudian, kaki kiri yang menyentuh hak sepatu kanan, dan Flaf! ibu yang malang itu terjatuh. semakin lama semakin khawatir, dia kembali ke dokter.
"Dokter, sekarang kaki kiri saya yang menyentuh hak sepatu kanan"
"Wah..semakin parah! ucap dokter. Jika terus berlanjut, anda harus potong kedua kaki Anda!"
        Pada malam harinya, Nicolas bertanya pada Tina.
"Kamu dengar tadi?"
"Ya, saya dengar"
"Kalau orang memotong kedua kaki ibu itu, bagaimana keadaan kita nanti?"
"Saya tidak berani memikirkannya"
"Saya mencintaimu, Tina. Saya samasekali tidak ingin meninggalkanmu"
        Demikianlah, mereka berbicara dalam kegelapan, tanpa menyadari ibu yang membeli mereka berjalan di gang dalam rumah dengan sepatu pantop[el, karena ucapan dokter membuatnya tak bisa tidur. Ketika melewati depan pintu laci, dia mendengar semua pembicaraan itu dan karena dia pintar maka dia mengerti semuanya.
"Ternyata begitu ya. Bukan saya yang sakit, tetapi mereka sepasang sepatu yang saling mencintai" pikir Ibu itu.
Setelah mengetahui permasalahan yang terjadi, akhirnya ibu itu memutuskan untuk tidak memakai sepatu itu lagi dan menyimpannya tetap di dalam laci. Mengetahui hal itu, Nicolas dan Tina sangat bahagia karena mereka tidak terpisahkan lagi.

1 komentar:

  1. Wah..sepasang sepatu ini bener2 setia memperjuangkan cintanya :)
    Setiap Tujuan perlu perjuangan, dari susah, lebih susah, sampe akhirnya dpt jalan keluar & berhasil meraih yang diimpikan.
    Seperti kisah cinta sepasang sepatu (Nicolas & Tina) yang berakhir bahagia ^_^

    BalasHapus